Topic 5: Food Terminologi (6)

Food Terminologi

 

1. Kue Lontar

Makanan Khas Papua yang pertama adalah Kue Lontar. Sahabat, sebagai salah satu Makanan Khas Papua Jangan heran kalau teksturnya mirip dengan pie susu yang lagi populer saat sekarang ini. Karena Pulau Papua sudah lebih dulu membuat kreasi bentuk seperti ini dengan olahan gula dan susu.

2. Ikan Bakar Manokwari

Makanan Khas Papua yang kedua adalah Ikan Bakar Manokwari. Makanan ini namanya saja sudah Ikan Bakar Manokawari, tentu makanan khas Manokwari, Makanan Papua ini wajib Anda coba langusung agar tahu sensasinya.

Sahabat, Menu Ikan bakar manokwari ini biasanya banyak ditemukan di warung-warung atau rumah makan pinggir jalan disana, di mana cita rasa ikan tongkol yang diberi sambal khas Papua yang super pedas. Dimakan dengan bareng nasi putih yang hangat pasti enak, dan lezat.

3. Ikan Bungkus

 Makanan Khas Papua yang ketiga adalah Ikan Bungkus. Makanan ini sangat lezat sekali, Kalau Anda sudah pernah menyantap ikan bungkus khas Papua, pasti ketagihan lho sahabat! Ikan ini disajikan dengan bumbu yang teramat kaya akan rempah-rempahnya, sehingga menimbulkan terasa begitu nikmat dan wangi.

Untuk masalah pembuatannya ikan bakar ini, proses pembutannya cukup lama, dikarenakan dibakar di atas api yang sangat kecil agar semua bumbu meresap kedalam dagingnya.

4. Sagu Lempeng

Makanan Khas Papua yang keempat adalah Sagu Lempeng. Makanan ini merupakan kue yang sangat mudah ditemukan di daerah Papua, bahkan dapat Anda cari di setiap sisi kota daerah Papua. Warga sekitar sana biasanya menikmati hidanagan ini dengan secangkir kopi atau teh hangat, sambil bersantai di sore hari bersama keluarga.

5. Papeda

Makanan Khas Papua yang kelima adalah Papeda. Sahabat, Siapa yang tidak kenal dengan Papeda asal Papua ini? Makanan ini begitu sangat digemari warga Papua sekitar dan bikin wisatawan sangat penasaran karena tampilannya yang kental dan unik.

Untuk masalah rasa Papeda ini tidak ada rasanya (Hampar). Biasanya makanan ini diolah dengan menggunakan ikan yang dimasak menjadi makanan yang berkuah. Untuk bahan dasarnya menggunakan ikan tongkol dan ikan mubara, yang dimasak menjadi ikan kuah kuning.

Ada juga pembuatan makanan ini terbuat dari bahan dasar tepung sagu sehingga tidak heran jika teksturnya sangat kental. Jika Anda ingin mencicipi makanan ini silahkan berkunjung di Papua.

6. Udang Selingkuh

Makanan Khas Papua yang keenam adalah Udang Selingkuh. Sahabat, Siapa yang bilang bahwasannya cuma manusia yang bisa selingkuh saja hehehe. bukan mendeskripsikan hewan tersebut, kata terakhir itu diambil dari bentuk dan ukuran capit udang yang besar seperti kepiting dan tekstur yang padat dan berserat, serupa dengan lobster sehingga masyarakat wamena menyebutnya udang selinkuh.

hewan bernama latin cherax albertisi itu memang berbeda dengan udang-udang lainnya, sehingga masyarakat Wamena memberi sebutan khusus. ia diolah dengan berbagai teknik, seperti digoreng dan direbus. untuk menambah kenikmatannya, udang selingkuh disuguhkan bersama bumbu saus tiram, saus padang atau saus mentega.

karena dari segi rasa dan tampilannya menggugah selera, makanan ini tidak hanya populer di Lembah Baliem, tapi hampir seluruh daerah di Pulau Cendrawasih.

7. Sate Ulat Sagu

Kuliner ekstrim dari Papua yang terkenal menantang di mata setiap wisatawan adalah sate ulat sagu. Orang Papua biasa menyebut panganan ini dengan nama “Koo”. Ulat sagu bagi masyarakat Indonesia pada umumnya mungkin dianggap sebagai hewan yang menjijikan, tapi tidak dengan warga pribumi Bumi Cendrawasih. Ulat sagu sendiri diyakini oleh masyarakat Papua sebagai santapan yang bisa menambahkan energi dengan kadar kolesterol yang rendah.

Ulat sagu di Papua mudah sekali untuk ditemukan, baik di hutan maupun di pasar-pasar yang merupakan hasil buruan penjualnya. Kalau kamu berani menjajal kuliner unik satu ini, kamu perlu tahu bagaimana cita rasa darinya. Sate ulat sagu mempunyai rasa manis dan asin. Tekstur dari sate ulat sagu keras di luar dan lunak di dalam. Pada bagian daging ulat tersimpan protein yang cukup tinggi. Selain protein, ada juga kandungan lain pada tubuh ulat sagu yakni asam aspartat, asam glutamat, tirosin, lisin, dan methionin.

8. Bubur Sagu Papua

Makanan khas ini sangat dinikmati oleh masyarakat Papua, karena bahan pokok yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Papua adalah sagu. Jadi masyarakat Papua mengolah sagu menjadi bubur, hal ini dapat mengganti beras yang harganya relatif mahal.

 9. kohu kohu

makanan khas kesembilan ini bukanlah berasal dari Papua melainkan dari Maluku kohu-kohu atau urap khas Maluku. sekilas mungkin terlihat sama dan tidak ada bedanya dengan urap. yang membedakan kedua makanan ini adalah kohu-kohu menggunakan suwiran ikan cakalang sebagai tambahan untuk memperkaya rasa. selain penambahan ikan, kohu-kohu juga biasanya dimakan bersama dengan pisang, talas, singkong, atau ubi jalar yang direbus atau dikukus. hal ini bebeda dengan urap yang biasanya dimakan dengan nasi. bahan dasar dari kohu-kohu adalah sayur-sayuran seperti kacang panjang, tauge, mentimun, dan daun kemangi yang masih mentah ataupun yang sudah direbus. sayur-sayuran yang sudah dibersihkan dan diiris sesuai selera diaduk bersama irisan bawang merah, bawang putih, cabai, perasan jeruk nipis, suiran ikan cakalang dan dicampur dengan kelapa parut. perpaduan sayuran, ikan yang telah bercampur dengan bumbu-bumbu ditambah dengan sedapnya ubi rebus atau pisang rebus membuat rasa dari kohu-kohu semakin sempurna.

10. ayam taliwang

makanan khas kesepuluh juga bukanlah dari Papua ataupun Maluku melainkan dari Nusa Tenggara. seperti namanya ayam taliwang adalah kuliner berbahan dasar ayam yang berasal dari kecamatan Taliwang di Sumbawa Barat. makanan lezat satu ini memiliki rasa gurihdengan bumbu khas dari Taliwang hingga meresap, bumbu Taliwang ini berbahan dasar bawang merah, bawang putih, cabai merah kering, terasi goreng, kencur, tomat dan lainnya.

kuliner ayam taliwang ini merupakan salah satu makanan asli suku Sasak yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Tidak hanya terkenal lezatnya di daerah Taliwang dan Nusa Tenggara Barat, menu ayam taliwang kini sudah tersebar di seluruh Indonesia bahkan dibeberapa restoran-restoran besar di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa daging ikan berwarna merah, putih, dan orange

Terminologi 4

Garnish