agustus 2

     pada bulan kedua ini , saya sudah banyak diajari cara membuat produk makanan mereka, seperti rendang , laksa soup dan lain-lain. Dan saya juga sudah mulai terbiasa menjalani ala carte mereka jika dalam keadaan ramai. Biasanya kalau masuk pagi, kita tidak terlalu fokus ke ala cartenya karena kita lebih fokus ke breakfast jadi pada waktu jam makan siang yang masuk pagi pasti break jadi yang menghandel lunch adalah yang masuk siang. Yang masuk pagi bertugas untuk memenuhi condiment-condiment ala carte untuk lunch dan check labeling.


     Biasanya kalau sudah break , jam lunch juga pasti sudah lewat jadi sudah tidak terlalu rame, biasanya kalau ada sauce -sauce yang sudah tinggal sedikit seperti kungpao ataupun blackpepper sauce habis, staffnya mempercayai kita yang membuatnya, Setelah itu mengecek barang-barang apa yang sudah habis kemudian ditambah lagi. Lalu tunggu line up baru setelah itu pulang.

    Kalau masuk siang, kita lebih fokus ke ala carte mereka, tetapi yang saya tidak terlalu suka di asian karena masakan mereka pasti menggunakan wok , itu pasti hanya dipegang oleh staff, karena tidak mungkin juga kalau saya yang membuat seperti nasi goreng ataupun mie goreng di wok, jadi selama diasian kalau ada pesanan kita cuma menyiapkan condimentnya saja dan staffnya yang memasak, bagi saya itu membosankan.
   
     Tetapi hal bagusnya , kalau ada pembuatan rendang ,beef ribs , sop buntut, ayam taliwang,bakuteh kita diajari cara buatnya seperti apa dan apa yang harus dipersiapkan .Jadi kita tau cara pengolahannya seperti apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa daging ikan berwarna merah, putih, dan orange

Terminologi 4

Garnish