Topic 1: Daily(12 Februari 2020)
Halo....
Hari ini merupakan hari ketiga kami praktek. Karena hari ini saya mendapat jadwal untuk menjadi ketua kelas, hari ini saya datang lebih awal kemudia menyalakan exhaust dan juga gas . Setelah itu mengecek kitchen , kemudian setelah itu kami one line seperti biasa dan kemudian diabesen. Setelah itu kami membahas menu yang telah kami prepare kemarin jadi hari ini hanya akan tinggal finishing saja. Pada hari ini, menu buffet yang akan keluar yaitu Appetizernya Pecco doang dan juga Jalangkote, kemudian untuk supnya yaitu Sop Saudara dan juga Sayur Labu Santan , Kemudian untuk main course nya terdapat nasi putih, konro bakar, Lawar pakis dan juga Pallu Ce'la dan terakhir untuk dessertnya yaitu Pisang ijo dan juga Cucur Bayao.
Karena kelompok saya mendaptkan menu dessert yaitu cucur bayao dan juga pisang ijo. Kemarin yang telah kami buat adalah cucur bayao . Jadi pada hari ini kami hanya akan membuat pisang ijo saja, karena kemarin pisangnya belum matang. Pertama pisang nya kita kukus terlebih dahulu selama 15-20 menit setelah itu kupas dan dinginkan pada suhu ruang saja .
setelah itu untuk membuat sausnya hanya menggunakan santan, air,gula,garam, daun pandan dan juga tepung beras untuk mengentalkan . Kemudian campurkan semua bahan menjadi satu dan kemudian aduk hingga rata setelah itu boil sampai saus nya menjadi kental. Kemudian sisihkan
Untuk membuat kulitnya menggunakan Tepung beras , santan, air ,gula ,garam dan juga daun suji yang telah di blender dan disaring sehingga yang digunakan hanya airnya saja . Kemudian aduk semua bahan dan masak adonan sampai matang. Kemudian angkat dan dinginkan pada suhu ruangan saja. Setelah itu pipihkan adonan kemudian tambahkan pisang yang telah dikukus kemudian gulung sampai tertutupi semuanya kemudian setelah itu kukus kembali pisang agar kulitnya matang. selama 15 menitan kemudian setelah itu angkat dan dinginkan. Setelah itu potong dan tambahkan saus nya dan tambahkan juga sirup, susu dan juga es batu, Kemudian siap dihidangkan.
Kemudian setelah itu kami general cleaning seperti biasanya dan setelah itu kami pulang.
English Version
Hari ini merupakan hari ketiga kami praktek. Karena hari ini saya mendapat jadwal untuk menjadi ketua kelas, hari ini saya datang lebih awal kemudia menyalakan exhaust dan juga gas . Setelah itu mengecek kitchen , kemudian setelah itu kami one line seperti biasa dan kemudian diabesen. Setelah itu kami membahas menu yang telah kami prepare kemarin jadi hari ini hanya akan tinggal finishing saja. Pada hari ini, menu buffet yang akan keluar yaitu Appetizernya Pecco doang dan juga Jalangkote, kemudian untuk supnya yaitu Sop Saudara dan juga Sayur Labu Santan , Kemudian untuk main course nya terdapat nasi putih, konro bakar, Lawar pakis dan juga Pallu Ce'la dan terakhir untuk dessertnya yaitu Pisang ijo dan juga Cucur Bayao.
Karena kelompok saya mendaptkan menu dessert yaitu cucur bayao dan juga pisang ijo. Kemarin yang telah kami buat adalah cucur bayao . Jadi pada hari ini kami hanya akan membuat pisang ijo saja, karena kemarin pisangnya belum matang. Pertama pisang nya kita kukus terlebih dahulu selama 15-20 menit setelah itu kupas dan dinginkan pada suhu ruang saja .
setelah itu untuk membuat sausnya hanya menggunakan santan, air,gula,garam, daun pandan dan juga tepung beras untuk mengentalkan . Kemudian campurkan semua bahan menjadi satu dan kemudian aduk hingga rata setelah itu boil sampai saus nya menjadi kental. Kemudian sisihkan
Untuk membuat kulitnya menggunakan Tepung beras , santan, air ,gula ,garam dan juga daun suji yang telah di blender dan disaring sehingga yang digunakan hanya airnya saja . Kemudian aduk semua bahan dan masak adonan sampai matang. Kemudian angkat dan dinginkan pada suhu ruangan saja. Setelah itu pipihkan adonan kemudian tambahkan pisang yang telah dikukus kemudian gulung sampai tertutupi semuanya kemudian setelah itu kukus kembali pisang agar kulitnya matang. selama 15 menitan kemudian setelah itu angkat dan dinginkan. Setelah itu potong dan tambahkan saus nya dan tambahkan juga sirup, susu dan juga es batu, Kemudian siap dihidangkan.
Kemudian setelah itu kami general cleaning seperti biasanya dan setelah itu kami pulang.
English Version
Today is our third day of practice. Because today I got the schedule to become class president, today I arrived early then turned on the exhaust and also the gas. After that, check the kitchen, then after that we are one line as usual and then finished. After that we discussed the menu that we had prepared yesterday so today we will only have to finish it. On this day, the buffet menu that will come out is Pecco doang Appetizer and Jalangkote, then for the soup which is Sop Brothers and also Santan Pumpkin Vegetables, Then for the main course there is white rice, grilled konro, Lawar Fern and also Pallu Ce'la and Pallu Ce'la and the last for dessert is Green Banana and Cucur Bayao.
Because my group got a dessert menu that is bayao cucur and green banana. Yesterday we made bayao. So today we will only make green bananas, because yesterday the bananas were not yet ripe. First, we steam the bananas for 15-20 minutes after that, peel and cool at room temperature.
after that to make the sauce only use coconut milk, water, sugar, salt, pandan leaves and also rice flour to thicken. Then mix all the ingredients together and then stir until smooth after that boil until the sauce becomes thick. Then set aside
To make the skin using rice flour, coconut milk, water, sugar, salt and also suji leaves that have been blended and filtered so that only water is used. Then stir all the ingredients and cook the mixture until cooked. Then lift and cool at room temperature only. After that, press the dough then add the banana that has been steamed and then rolled until it is covered by everything then after that steamed the banana again so that the skin is ripe. for 15 minutes then after that lift and chill. After that, cut and add the sauce and add the syrup, milk and ice cubes too. Then it's ready to be served.
Then after that we general cleaning as usual and after that we go home.
Because my group got a dessert menu that is bayao cucur and green banana. Yesterday we made bayao. So today we will only make green bananas, because yesterday the bananas were not yet ripe. First, we steam the bananas for 15-20 minutes after that, peel and cool at room temperature.
after that to make the sauce only use coconut milk, water, sugar, salt, pandan leaves and also rice flour to thicken. Then mix all the ingredients together and then stir until smooth after that boil until the sauce becomes thick. Then set aside
To make the skin using rice flour, coconut milk, water, sugar, salt and also suji leaves that have been blended and filtered so that only water is used. Then stir all the ingredients and cook the mixture until cooked. Then lift and cool at room temperature only. After that, press the dough then add the banana that has been steamed and then rolled until it is covered by everything then after that steamed the banana again so that the skin is ripe. for 15 minutes then after that lift and chill. After that, cut and add the sauce and add the syrup, milk and ice cubes too. Then it's ready to be served.
Then after that we general cleaning as usual and after that we go home.
Terminologi Pisang Ijo
Pisang ijo atau Es pisang ijo, adalah sejenis makanan khas di Sulawesi
Selatan, utamanya di kota Makassar yang terbuat dari bahan utama berupa
pisang ijo. Pisang ijo berupa pisang yang dibalut dengan adonan tepung
yang berwarna hijau dan cara memasaknya dengan mengkukus di sebuah
dandang. Tepung berwarna dibuat dari tepung, air, pewarna hijau atau air
daun suji dan air daun pandan.

Pada jaman dahulu kala, di pulau Sulawesi hiduplah seorang raja yang sangat berkuasa. Sang raja selain dikenal berkuasa juga terkenal sangat kejam dan sadis. Dia memimpin kerajaannya dengan tangan besi dan darah dingin. Tak ada seorangpun yang berani melawan perintahnya, bila berani maka hukuman cambuk atau pancung balasannya.
Raja ini punya satu kebiasaan, dia rupanya senang sekali menyantap pisang. Setiap hari, saat bangun tidur sang raja akan mencari buah pisang sebagai makanan yang pertama kali dia santap. Sebagai seorang raja dia tentu saja punya tukang masak pribadi, diantara tukang masaknya itu ada seorang lelaki tampan yang bernama Ijo. Lelaki ini adalah tukang masak andalan kerajaan, sebenarnya dia sangat tidak suka melayani sang raja yang kejam dan bengis, namun dia tak berani untuk melawan.
Suatu hari si Ijo sedang terkena musibah. Entah kenapa, hari itu masakannya tiba-tiba menjadi sangat tidak enak dan memuakkan. Walhasil, raja yang memang terkenal gampang naik pitam akhirnya memutuskan si Ijo diseret ke tempat pemancungan. Hanya gara-gara sepele sebenarnya, tapi itulah tabiat jelek sang raja. Ijo berusaha menyelamatkan nyawanya, dia memutar otak dan mencari jalan agar bisa bebas dari hukuman sang raja. Karena tahu kalau sang raja sangat menggemari pisang, Ijo menawarkan kepada raja sebuah resep masakan berbahan dasar pisang yang menurutnya akan mampu membuat sang raja luluh. Penasaran, sang raja memberi waktu setengah hari bagi untuk membuat makanan yang dimaksud.
Ijo yang sebenarnya tidak punya ide menjadi bingung, dengan segenap perasaan dan pengharapan dia berhasil membuat sebuah hidangan dari pisang yang dibungkus kulit tipis dari tepung serupa kulit dadar dengan tambahan saus berbentuk fla yang rasanya manis.
Dengan hati berdebar, Ijo menyodorkan makanan baru buatannya dengan harapan sang raja menyukainya. Debaran jantung Ijo serentak berganti dengan lonjakan penuh kegembiraan ketika di luar dugaan sang raja sangat menyukai makanan hasil kreasinya. Saking sukanya, sang raja kemudian memutuskan bahwa makanan baru itu dinamakan PISANG IJO dan menjadi makanan resmi kerajaan. Ijo pun selamat dari maut. Hal yang paling menggembirakan bagi Ijo dan seluruh rakyat kerajaan adalah kenyataan bahwa setelah itu sang raja berubah menjadi raja yang lemah lembut, rupanya PISANG IJO yang dibuat dengan penuh perasaan dan harapan itu mampu memikat hati sang raja, kelembutan saus PISANG IJO turut melembutkan hati sang raja yang sebelumnya keras dan membatu. Semenjak itu, kerajaan hidup dalam ketenangan dan kemakmuran. PISANG IJO pun kemudian menjadi makanan khas kerajaan tersebut dan bertahan hingga kini.
(Cerita di atas adalah legenda bohong-bohongan tentang PISANG IJO. Asli bohong, karena itu semata-mata adalah rekaan saya saja, beberapa menit sebelum saya menuliskan cerita ini. Maaf untuk para pembaca sekalian.. )
Sejujurnya, saya tidak pernah tahu asal muasal cerita tentang PISANG IJO ini. Yang saya tahu adalah bahwa PISANG IJO ini adalah salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang juga identik dengan bulan puasa. Kalau menilik namanya, saya curiga makanan ini datangnya justru dari Jawa, analisa sederhana saya adalah bahwa tidak mungkin sebuah makanan khas SulSel (Bugis-Makassar) diberi nama PISANG IJO karena dalam bahasa Makassar pisang disebut UNTI dan IJO (hijau) adalah Moncombulo. Jadi kalau memang makanan ini khas Makassar, harusnya namanya jadi UNTI MONCONGBULO, sama seperti kue Nagasari yang berubah menjadi ROKO’-ROKO’ UNTI (Bungkus-bungkus pisang-karena bahan dasarnya pisang dan ujung-ujungnya dibungkus daun pisang). Atau seperti Pallu'butung yang sepertinya memang makanan khas sini dan terciptanya sudah lama. Lagian gaul amat orang dulu mengganti nama Hijau dengan Ijo..?. Sampai saat ini saya belum pernah menemukan kapan dan oleh siapa PISANG IJO ini mulai ditemukan.
Yang jelas, saya sangat menikmati makanan ini dan sudah menjadi menu favorit saya sekeluarga saat berbuka puasa. Boleh dikata, hampir setiap hari PISANG IJO ini menghiasi meja makan di rumah. Entah itu buatan ibu saya sendiri atau dibeli karena ibu tak sempat membuatnya. Harganya pun beraneka ragam. Mulai dari Rp. 1.000 /biji yang dijual di pinggir jalan, hingga Rp. 15.000 /biji yang di jual di rumah makan.

Pada jaman dahulu kala, di pulau Sulawesi hiduplah seorang raja yang sangat berkuasa. Sang raja selain dikenal berkuasa juga terkenal sangat kejam dan sadis. Dia memimpin kerajaannya dengan tangan besi dan darah dingin. Tak ada seorangpun yang berani melawan perintahnya, bila berani maka hukuman cambuk atau pancung balasannya.
Raja ini punya satu kebiasaan, dia rupanya senang sekali menyantap pisang. Setiap hari, saat bangun tidur sang raja akan mencari buah pisang sebagai makanan yang pertama kali dia santap. Sebagai seorang raja dia tentu saja punya tukang masak pribadi, diantara tukang masaknya itu ada seorang lelaki tampan yang bernama Ijo. Lelaki ini adalah tukang masak andalan kerajaan, sebenarnya dia sangat tidak suka melayani sang raja yang kejam dan bengis, namun dia tak berani untuk melawan.
Suatu hari si Ijo sedang terkena musibah. Entah kenapa, hari itu masakannya tiba-tiba menjadi sangat tidak enak dan memuakkan. Walhasil, raja yang memang terkenal gampang naik pitam akhirnya memutuskan si Ijo diseret ke tempat pemancungan. Hanya gara-gara sepele sebenarnya, tapi itulah tabiat jelek sang raja. Ijo berusaha menyelamatkan nyawanya, dia memutar otak dan mencari jalan agar bisa bebas dari hukuman sang raja. Karena tahu kalau sang raja sangat menggemari pisang, Ijo menawarkan kepada raja sebuah resep masakan berbahan dasar pisang yang menurutnya akan mampu membuat sang raja luluh. Penasaran, sang raja memberi waktu setengah hari bagi untuk membuat makanan yang dimaksud.
Ijo yang sebenarnya tidak punya ide menjadi bingung, dengan segenap perasaan dan pengharapan dia berhasil membuat sebuah hidangan dari pisang yang dibungkus kulit tipis dari tepung serupa kulit dadar dengan tambahan saus berbentuk fla yang rasanya manis.
Dengan hati berdebar, Ijo menyodorkan makanan baru buatannya dengan harapan sang raja menyukainya. Debaran jantung Ijo serentak berganti dengan lonjakan penuh kegembiraan ketika di luar dugaan sang raja sangat menyukai makanan hasil kreasinya. Saking sukanya, sang raja kemudian memutuskan bahwa makanan baru itu dinamakan PISANG IJO dan menjadi makanan resmi kerajaan. Ijo pun selamat dari maut. Hal yang paling menggembirakan bagi Ijo dan seluruh rakyat kerajaan adalah kenyataan bahwa setelah itu sang raja berubah menjadi raja yang lemah lembut, rupanya PISANG IJO yang dibuat dengan penuh perasaan dan harapan itu mampu memikat hati sang raja, kelembutan saus PISANG IJO turut melembutkan hati sang raja yang sebelumnya keras dan membatu. Semenjak itu, kerajaan hidup dalam ketenangan dan kemakmuran. PISANG IJO pun kemudian menjadi makanan khas kerajaan tersebut dan bertahan hingga kini.
(Cerita di atas adalah legenda bohong-bohongan tentang PISANG IJO. Asli bohong, karena itu semata-mata adalah rekaan saya saja, beberapa menit sebelum saya menuliskan cerita ini. Maaf untuk para pembaca sekalian.. )
Sejujurnya, saya tidak pernah tahu asal muasal cerita tentang PISANG IJO ini. Yang saya tahu adalah bahwa PISANG IJO ini adalah salah satu makanan khas Sulawesi Selatan yang juga identik dengan bulan puasa. Kalau menilik namanya, saya curiga makanan ini datangnya justru dari Jawa, analisa sederhana saya adalah bahwa tidak mungkin sebuah makanan khas SulSel (Bugis-Makassar) diberi nama PISANG IJO karena dalam bahasa Makassar pisang disebut UNTI dan IJO (hijau) adalah Moncombulo. Jadi kalau memang makanan ini khas Makassar, harusnya namanya jadi UNTI MONCONGBULO, sama seperti kue Nagasari yang berubah menjadi ROKO’-ROKO’ UNTI (Bungkus-bungkus pisang-karena bahan dasarnya pisang dan ujung-ujungnya dibungkus daun pisang). Atau seperti Pallu'butung yang sepertinya memang makanan khas sini dan terciptanya sudah lama. Lagian gaul amat orang dulu mengganti nama Hijau dengan Ijo..?. Sampai saat ini saya belum pernah menemukan kapan dan oleh siapa PISANG IJO ini mulai ditemukan.
Yang jelas, saya sangat menikmati makanan ini dan sudah menjadi menu favorit saya sekeluarga saat berbuka puasa. Boleh dikata, hampir setiap hari PISANG IJO ini menghiasi meja makan di rumah. Entah itu buatan ibu saya sendiri atau dibeli karena ibu tak sempat membuatnya. Harganya pun beraneka ragam. Mulai dari Rp. 1.000 /biji yang dijual di pinggir jalan, hingga Rp. 15.000 /biji yang di jual di rumah makan.
Sumber:https://www.kaskus.co.id/thread/50b8f8be48ba54353a000019/asal-usul-es-pisang-hijau/








Komentar
Posting Komentar